Pemkot Jakarta Utara Tertibkan Kapal yang Labuh di Kawasan NCICD Pluit

Kamis, 24 Nov 2022 | 22:18 Wib

JAKARTA, POSRONDA.ID – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara melakukan penertiban kapal – kapal yang melakukan tambat labuh di kawasan tanggul National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), Kamis (24/11).

Pada penertiban yang disebutkan sebelumnya telah dilakukan sosialisasi terlebih dahulu tersebut, dipimpin Wakil Walikota setempat, Juaini.

Menurut Wakil Walikota, penertiban ini bertujuan menjaga struktur dan stabilitas tanggul NCICD di kawasan Gedung Pompa Waduk Pluit.

“Kawasan Gedung Pompa merupakan salah satu area tangkapan air yang berperan penting dalam pencegahan rob maupun banjir dimusim penghujan,” kata Juaini.

Juaini mengungkapkan, sebelum penertiban dilakukan, pihak pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada pemilik kapal yang menambatkan kapalnya pada tanggul NCICD.

“Tidak langsung hari ini kita tertibkan. Tapi sudah berkali-kali disosialisasikan dan memang banyak yang sudah membongkar tempat tambat labuh kapal mereka sendiri-sendiri. Sosialisasi dilakukan sejak tanggal 31 Oktober 2022 lalu, bertempat di Kantor Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman. Di sana telah disepakati bersama bahwa kapal-kapal besar di atas 7 GT (Gross Ton) ataupun kapal-kapal kecil harus kembali ke pangkalan asal yaitu Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman atau Pelabuhan Perikanan Nusantara Muara Angke, dengan batas waktu sampai tanggal 15 November 2022,” terangnya.

Juaini menambahkan, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, bukan melarang untuk mencari kehidupan di laut maupun mencari nafkah untuk kehidupan. 

“Tapi semuanya harus sesuai dengan aturan, karena kita akan menyelamatkan warga yang lebih banyak lagi di sekitar tanggul. Jika tanggul ini jebol karena mereka melakukan tambat labuh, risiko dan bahayanya akan lebih besar dibandingkan dengan mereka untuk mencari kehidupan. InsyaAllah beberapa hari kedepan setelah penertiban ini kapal-kapal yang berlabuh di sini semuanya bisa pergi dan tanggul ini bebas dari tambatan-tambatan kapal yang besar maupun yang kecil dan khususnya demi menyelamatkan warga masyarakat yang lebih banyak lagi,” tuturnya.(red)